Thursday, 15 May 2014

Kala aku terjaga ......

Aku tersenyum dalam mimpi
tika diulit permainan lena
kala terjaga ...
aku masih di sini
destinasi sepi
masih diikat dengan rantai memori

Kala aku terjaga
aku memaku pandangan
secebis hati dan sebuah rasa
bersatu dalam seberkas harapan
ku hulur tangan
menggapai impian
ku sentuh hanya bayangan

Mimpiku dalam jagaku
ku sulam menjadi gebar rindu
mimpiku dalam jagaku
ku lukis potret hatiku

Mei-2014
1.30 pg


#Bila ditakdirkan ada rasa , aku tidak mampu berpatah semula .
Denai berliku aku susuri.
Biar luka kakiku biar pecah jemariku ... 
aku hanya mengikut suara rasa itu walau di hadapanku
hanya sejalur pelangi ..... ~ nb ~



Tuesday, 22 April 2014

Ketulusan

Ku garap harapan atas permaidani takdir
perasaan yang menyapa di balik tabir
ku buka relung jalinan ini
membiarkan langkah hatimu terpatri

Ketulusan ini
ku anyam kala di tepian danau
ada sepi yang menemani
keresahan yang membungkam
aku biarkan walau hati bergelora
aku akur bila takdir ini menyapa
aku hadam bila rasa ini ada

Telah ku redhai
kala qalbu berbisik rindu
telah ku relakan
kala rasa menambat jiwa
telah ku tuluskan
saat irama kita bersatu....

22 April 2014


#andai diberi warna dan kanvas ,aku rela memilih kanvas.Kanvas yang kosong dan aku tidak akan membiarkan warna tercalit di atasnya kerana di atas kanvas itu telah ku lukis ketulusan hatiku.... tiada di mata,ada rasa di jiwa..






Thursday, 10 April 2014

Ceritakan Padaku


Teman
ceritakan padaku
lorek awan laramu
mengundang hujan
di tasik hatimu
tak pernah kontang

Teman
ceritakan padaku
hanyutnya kolekmu
di kali deras
rakus dengan arus
hilang pandangan mata
lenyap pedoman dada

Teman
ceritakan padaku
saratnya bagasi kirimu
tampak kosong
hulurkan tangan kananmu
jalan ini jalinan takdirmu
ada keindahan yang menanti

24 Januari 2014

Dinanti

Waktu yang hadir
kian mampir
kian mendekati
semakin menghimpit
antara disedari
didugai
dialpai

Di mana kita
kala ia hadir menyapa
bersalam dan disisi
hingga terlerai impian
musnah segugus harapan
kita pergi kekosongan
berat mengendong kealpaan
kita pergi kemegahan
sarat rasa cinta pada-NYA

Dinanti biar tak ingin
dinanti saat dingin
kita adalah insan-insan
akur pada naskah MUHAIMIN

Mac 2014

Wednesday, 9 April 2014

Ego


Ego
menyentak kesabaran
jangan biar ranum
Ego
ku tepi ku tapis
jangan biar serdak
mendap di dasaran
Ego dijulang 
jatuh terhempas
Ego
luruh di musim salju
larut di dasar lautan

22 Febuary 2014

Sekuntum Bunga

Kudup di tangkai
bila mentari bertandang
embun menitik membasahi
kelopak yang malu berkembang
dalam pasu hiasi jambangan

Sekuntum bunga
bila ku sentuh dengan hati
bergetar rentak naluri
melihat kudup mula bimbang
akan indah berkembang
santapan sang kumbang

Sekuntum bunga
mekar hiasan taman
indahnya adalah teman
hiasan sebuah lukisan
nalurinya adalah getaran
seorang aku di tepian
menanyam aksara di selendang puisi

Sekuntum bunga 
Rindu tak terperi
antara igauan dan realiti
tertinta salam perpisahan
kelopak pergi mencipta memori
atas nama putaran takdir Illahi

24 Januari 2014

Tuesday, 8 April 2014

Hujan

Hujan
sejuta kisah bila luruh
angin menderu membawa duka
terhadam emosi
tika hujan dan angin
bersatu dalam irama kehidupan

Hujan
dingin mengigit harapan
punah bila berbaur suara alam
mencuci aspal dosa
bumi yang semakin sarat
menadah kekhilafan

Hujan
berqasidah di hujung embun
merdu alunan geselan angin dingin
mendayu sebuah kesyukuran
memecah kontang
keras dan kesat dalam kolam hati

April 2014